This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Wednesday, January 4, 2012
Group Proses Manajemen Proyek
Konteks Manajemen Proyek & IT
Konteks Manajemen Proyek & IT
MPR (Manajemen Proyek dan Resiko)
Manajemen Proyek dan Resiko–Konteks Manajemen Proyek dan IT

-
Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
-
James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
-
Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
-
Stephen P. Robbins menyatakan bahwa organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
-
UKURAN (SIZE) :- makin besar akan semakin komplek impersonal, semakinlugas , semakin sulit diarahkan, semakin sulit dipadukan.- ukuran menciptakan dilemma.- tak ada yang tahu ukuran yang optimum.
-
JUMLAH TINGKATAN HIRARKHI :- Kalau terlalu banyak bisa timbul kesulitan komunikasi vertikal.- Sebaiknya tak terlalu banyak.- Perhatikan efektivitas komunikasi.
-
STRUKTUR KEWENANGAN :- Orang-orang yang punya kewenangan membuat keputusan bagiorganisasi.- Siapa saja yang termasuk dalam struktur ?- Bila hanya satu orang bisa timbil kesulitan.- Pendelegasian wewenang.
-
STRUKTUR KOMUNIKASI :- Variabel yang terpenting.- Dari puncak hirarkhi sampai ke paling bawah.- Juga perlu diperhatikan komunikasi horizontal.
-
STRUKTUR TUGAS :- Sama dengan struktur peranan.- Cara organisasi membagi-bagi tugas/pekerjaan kepada anggota-anggotanya.- Apakah semua pekerjaan terbagi habis ?- Apakah semua anggota mendapat peranan ?- Apakah hanya orang tertentu saja yang berperan ?
-
STRUKTUR STATUS DAN PRESTIS :- Apa yang diperoleh dari organisasi dengan pengorbanan yangdiberikan ?- Apakah prestis (gengsi) seseorang akan naik dengan menjadianggota organisasi ?- Apakah prestis terbagi secara merata ?- Apakah organisasi memiliki jenjang status yang terbuka bagi semua anggota ?
-
System / Information Engineering and Modeling; Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software.
-
Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak / Software Requirements Analysis; Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software.
-
Design; Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai.
-
Coding; Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding.
-
Testing / Verification; Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan.
-
Maintenance; Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu.
-
Model Objek.
-
Model Dinamis.
-
Model Fungsional.
-
Komunikasi pelanggan ,yaitu tugas-tugas untuk membangun komunikasi antara pelanggan dan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan oleh pelanggan.
-
Perencanaan ,yaitu tugas-tugas untuk mendefinisikan sumber daya, ketepatan waktu, dan proyek informasi lain yg berhubungan.
-
Analisis Resiko ,yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir resiko manajemen dan teknis.
-
Perekayasaan ,yaitu tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari aplikasi tersebut.
-
Konstruksi dan peluncuran,yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji, memasang , dan memberi pelayanan kepada pemakai.
-
Evaluasi Pelanggan ,yaitu tugas-tugas untuk mendapatkan umpan balik dari pelanggan.
-
Pengumpulan kebutuhan; Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
-
Membangun prototyping; Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output).
-
Evaluasi protoptyping; Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginan pelanggan.
-
Mengkodekan sistem; Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai.
-
Menguji sistem; Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan.
-
Evaluasi Sistem; Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan.
-
Menggunakan sistem; Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.
-
Bussiness Modelling; Tahap ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan informasi.
-
Data Modelling; Tahap aliran informasi yang sudah didefinisikan, disusun menjadi sekumpulan objek data.
-
Process Modelling; Tahap dimana objek data yang sudah didefinisikan diubah menjadi aliran informasi yang diperlukan untukmenjalankan fungsi-fungsi bisnis.
-
Application Generation; Tahap dimana menggunakan component program yang sudah ada atau membuat component yang bisa digunakan lagi.
-
Testing and Turnover; Tahap pengujian sistem.
-
Perencanaan (Planning); Tujuan dari tahap perencanaan adalah untuk meng-hasilkan rencana kerja (work plan) formal untuk pengembangan sistem
-
Pendefinisian Knowledge (Knowledge Definition); Tujuan tahap ini adalah mendefiniskan kebutuhan knowledge dari sistem
-
Perancangan Knowledge (Knowledge Design); Tujuan tahap ini adalah menghasilkan rancangan rinci untuk sistem
-
Koding dan pengujian (Code and Checkout); Tahap ini menandakan dimulainya pemrograman
-
Verifikasi Knowledge (Knowledge Verification); Tahap ini bertujuan untuk menentukan ketepatan, kelengkapan, dan konsistensi sistem
-
Evaluasi sistem (System Evaluation); Tahap ini merupakan tahap akhir dari siklus dan bertujuan untuk menyimpulkan apa yang dipelajari dari rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan.
-
Memperbarui barang (dalam arti fungsinya)
-
Meninjau kembali dan memperbaiki program pemasaran serta program produksinya agar lebih efisien
-
Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik
-
Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada
-
Meninggalkan sama sekali barang tersebut.
-
konsepsional proyek
-
definisi proyek
-
penyusunan organisasi
-
pelaksanaan proyek
-
penyelesaian proyek.
-
Keterampilan berkomunikasi yang baik dan cekatan.
-
Keahlian dalam berorganisasi sehingga dapat membuat rencana dan menganalisis masalah.
-
Keterampilan team-building untuk memotivasi dan bekerja sama pada tim proyeknya.
-
Keterampilan teknologi
-
Keterampilan penyesuaian diri yaitu fleksibel, kreatif, sabar serta pantang menyerah.
-
Keterampilan kepemimpinan agar memberikan visi yang besar untuk tujuan proyek tersebut
-
Visioner
-
Kompeten
-
Motivator yang baik
-
Mendukung anggota tim
-
Membuat ide – ide baru
-
Minder
-
Motivator yang buruk
-
Tidak Kompeten
-
Komunikator yang buruk
Sumber:http://softskillrp3.wordpress.com/2012/01/04/manajemen-proyek-dan-resiko-konteks-manajemen-proyek-dan-it/
Monday, October 17, 2011
Algoritma dan Pemrograman 3
public static void main(String [] args){
dt e=new dt();
e.d=10;
e.Deret();
}}
class dt{
int d,a;
for(a=1;a
if(a==1)
System.out.print(a);
else
System.out.print(",");
a=a+1;
}
}
}
public static void main(String [] args){
dt e=new dt();
e.Deret();
}}
class dt{
int SK=10; //sampai suku ke 10
int x=0,y=0,z=0;
void Deret(){
for(int i=1;i<=SK;i++){ //perintah looping sampai suku ke 10
if(a < i && i==1)
{
System.out.print(i);
x=i;
}
if(y < x)
{
z=x+y;
System.out.print(", "+z);
y=z;//perubahan nilai y
}
if(i>2)
{
z=x+y;
System.out.print(", "+z);
x=y; //perbarui nilai x
y=z; //perbarui nilai y
}
}
}
}
Thursday, March 17, 2011
ilmu budaya dasar
Kebudayaan
Kebudayaan adalah sesuatu yang sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Sehingga muncul istilahCultural-Determin ism yang diungkapkan oleh Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski yaitu bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.
Budayaatau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitubuddhayah, yang
merupakan bentuk jamak daribuddhi (budi atau akal) yang diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Secara terminologi definisi kebudayaan sangat beragam, berdasar dari catatan Supartono, 1992, terdapat 170 definisikebudayaan. Catatan terakhir Rafael Raga Manan ada 300 buah.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagaisuperorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain- lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Perubahan Sosial
Perubahan sosial ialah sebuah transformasi budaya dan institusi sosial yang terjadi dalam jangka waktu yang berterusan serta menghasilkan kesan positif dan negatif. Perubahan sosial merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin
mengadakan perubahan.Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya
merupakan penyebab dari perubahan.
Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi perubahan sosial:
1. tekanan kerja dalam masyarakat
2. keefektifan komunikasi
3. perubahan lingkungan alam.
Perubahan Budaya
Perubahan budaya adalah sebuah gejala berubahnya pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan budaya dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.
Perbandingan antara Perubahan Sosial dan Perubahan Budaya
Secara definitif perubahan sosial adalah perubahan proses-proses sosial atau mengenai susunan masyarakat. Sedangkan perubahan budaya lebih luas dan mencakup segala segi kebudayaan, seperti kepercayaan, pengetahuan, bahasa, teknologi, dan sebagainya namun dalam realita kehidupan masyarakat, perubahan sosial dan perubahan budaya memiliki kaitan yang sangat erat karena budaya muncul akibat adanya interaksi sosial dan secara otomatis berubahnya suatu bentuk sosial akan berpangaruh pada perubahan budaya. Sehingga seringkali perubahan sosial dan perubahan budaya disebut sebagai satu kesatuan istilah yaitu perubahan sosial budaya.
Perilaku Menyimpang di dalam Masyarakat
Tidak bisa dipungkiri, dalam setiap sudut kehidupan mesti ada masalah ataupun konflik apalagi dalam kehidupan sosial masyarakat. Namun apa yang terjadi akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. Perilaku menyimpang di masyarakat sudah biasa menjadi etalase di berbagai mass media dengan judul “kriminal”. Kasusnya pun semakin beragam termasuk pelakunya, tidak lagi pejabat, orang yang biasa dianggap “kyai” pun kerap terjerat kasus- kasus kriminal. Banyak faktor yang menengarai fenomena ini, selain dorongan diri dari si pelaku, tatanan kehidupan yang mulai semrawut pun memiliki andil besar dalam pembentukan mental dan suasana kehidupan. Ditilik dari segi hukum saja, banyak peluang
dan kesempatan untuk melakukan kejahatan karena di dalam hukum itu sendiri banyak
terjadi ketimpangan, tidak adanya supremasi hukum dan penegak hukum yang loyal.
Masalah ini sebenarnya sangat kompleks, karena bukan hanya satu sistem tapi hampir semua sistem saling terkait oleh karenanya penyelesaian pun tidak bisa hanya menyalahkan satu pihak. Harus ada kesadaran dari masing-masing individu dan perlunya pemerintah merombak sistem yang telah terkontaminasi dengan sistem yang lebih baik.
Sebagai mahasiswa UIN Malang yang bermisi sebagi Ulul Albab, bukan hanya sisi materiil
saja yang digarap tapi juga spirituil sehingga nantinya tercipta tatanan yang dilandasi oleh spiritual. Setidaknya ada 3 bidang utama yang perlu ditingkatkan untuk mengatasi problematika saat ini, dimulai dari bidangintelektual untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), bidangemosional agar tercipta kehidupan harmonis dan bidangspiritual sebagai penyeimbang dunia vertikal-horison sehingga tercipta insan yang profesional religius.
Studi Kasus
Sindo, sabtu 21 juli 2007
Gunawan Dicokok di Senayan(terlampir)
Analisis Kasus:
Penjahat kelas kakap, pantas disebut seperti itu, beritanya selalu menjadi head line di berbagai media di Indonesia. Berawal dari penggelapan uang, akhinya Gunawan terjerat berbagai kasus dari melarikan diri sampai pembunuhan hingga akhirnya divonis hukuman mati. Secara sederhana motif awal tindak kriminal ini adalah ketidakjujuran. Akibat kebohongan tersebut dia pun rela melakukan segala cara untuk menutupinya hingga harus melakukan operasi plastik. Oleh karena itu, sejak awal Islam mengajarkan agar tidak melakukan perbuatan tercela sekecil apapun karena ternyata bisa berdampak seperti kasus ini.
Dari kasus ini pula banyak tanda-tanda bahwa penegakan hukum di negara ini sangat mudah untuk dibeli begitu juga dengan aparat keamanan yang bisa dimiliki oleh orang berduit.
Pengertian Pemuda dan Macam-macamnya
Secarahukum pemuda adalah manusia yang berusia 15 – 30 tahun, secarabi ologis yaitu manusia yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kedewasaan seperti adanya perubahan fisik, dan secaraagama adalah manusia yang sudah memasuki fase aqil baligh yang ditandai dengan mimpi basah bagi pria biasanya pada usia 11 - 15 tahun dan keluarnya darah haid bagi wanita biasanya saat usia 9 - 13 tahun.
Pemuda dibagi menjadi empat macam yaitu:
1. Pemuda Urakan
2. Pemuda yang acuh tak acuh dengan lingkungan sekitarnya, hanya mementingkan
diri sendiri dan keolmpoknya saja.
3. Pemuda Nakal
Pemuda yang ulahnya hanya membuat resah lingkungan sekitarnya.
4. Pemuda Revolusioner
Pemuda yang mencita-citakan adanya perubahan di lingkungannya.
5. Pemuda Soleh
Pemuda yang berperangai baik dan kehadirannya didambaakan di dalam
masyarakat.
b. Hubungan Individu, Keluarga dan Masyarakat
Individu, keluarga dan masyarakat adalah satu keasatuan yang tidak bisa dipisahkan, tanpa individu tak akan pernah ada keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu untuk membangun masyarakat yang berperadaban harus dimulai dari keluarga yang baik dan keluarga yang baik itu terdiri dari individu-individu yang berkualitas, memilki sumber daya manusia yang tinggi. Bila sebaliknya, yang ada hanyalah masyarakat yang amburadul.
c. Mengatasi Pertambahan Penduduk
Apabila pertambahan penduduk dibiarkan bertambah maka setidaknya yang perlu dilakukan
adalah:
· Membuat tata kota yang rapi
· Membuat daerah pemukiman yang teratur
· Diadakan transmigrasi
Apabila pertambahan penduduk tidak diinginkan (cut) maka:
· Membatasi jumlah kelahiran misal dengan program KB
· Mengkontrol pernikahan dini
http://www.scribd.com/doc/16649412/Ilmu-Sosial-Budaya-Dasar
Thursday, November 18, 2010
jiwa-jiwa kemanusiaan para pemuda
Memperingati Ulang Tahun PMI Kota Batam ke-20, sebuah ajang pertemuan persahabatan digelar di kota ini. Sebanyak 541 relawan muda yang tergabung dalam Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se-ASEAN hadir dalam kegiatan bertajuk “Batam Youth Camp 2010” yang digelar sepanjang 22-26 Juni di Palm Springs Golf and Beach Resort Batam ,Nongsa, Kepulauan Riau.
“Untuk pertama kalinya, PMI Kota Batam melibatkan anggota PMR dari provinsi lain dan wilayah Asia Tenggara sehingga dapat mempererat persahabatan nasional dan international,” ucap Wakil Ketua PMI Bactiar Chamsjah saat pembukaan acara “Batam Youth Camp 2010”.
Ratusan anak muda berusia 15-17 tahun ini berasal 6 provinsi dan dari luar Indonesia. Mereka datang dari Papua, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jambi, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jerman. Perkemahan persahabatan ini menjadi ajang pertukaran informasi dan memperluas jaringan PMR (Palang Merah Remaja) ke berbagai negara.
Yandri Nisapardi, selaku Staf Administrasi dan Komunikasi PMI Kota Batam menjelaskan, “Selama kegiatan ini, seluruh peserta akan mengikuti 18 macam kegiatan diantaranya, kesiapsiagaan bencana, kreatifitas dari bahan daur ulang, wawasan tentang perubahaan iklim, bahkan membatik dan wisata Kota Batam.”
Uniknya, dalam sesi wisata Kota Batam, para anggota PMR dari Kota Batam akan berperan sebagai pemandu wisata bagi ratusan remaja lainnya. Dan, acara jalan-jalan pun bakal jadi seru!
Turut hadir dalam pembukaan “Batam Youth Camp”, jajaran Pengurus Pusat PMI diantaranya Letjen (purn) Sumarsono, Muhammad Muas, Ketua PMI Provinsi Kepulauan Riau Eddy Widjaja, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Guntur Sakti.*
Ini adalah salah satu langkah awal untuk menyemangati kaum muda di bidang kemanusiaan. Mereka diharapkan dapat membantu korban bencana alam. Walaupun pertemuan ini tidak untuk melatih mereka dalam membantu para korban bencana alam. Namun pada step inilah awal dari menggerakkan hati para pemuda-pemuda untuk terus membantu di bidang kemanuasiaan khususnya.
ini saya sunting dr url ini http://www.pmi.or.id/ina/news/?act=detail&p_id=486


9:31 PM
nanda supremo