Blogroll

Wednesday, January 4, 2012

Manajemen Integrasi Proyek

Manajemen Integrasi Proyek

Proses dan kegiatan yang diperlukan untuk mengidentifikasi,  menentukan, menggabungkan, menyatukan, dan mengkoordinasikan proses dan kegiatan proyek manajemen dalam Grup   termasuk  dalam Kawasan Pengetahuan Proyek  Integrasi  Manajemen.  Karakteristik  penyatuan, konsolidasi, artikulasi dan tindakan integratif sangat penting bagi penyelesaian suatu proyek dalam  konteks  integrasi.
Dalam aplikasi dunia nyata yang melibatkan upaya koordinasi komponen Manajemen Proyek Integrasi dengan jelas didefinisikan oleh batas-batas. Interaksi antara proses-proses individu membutuhkan integrasi efektif dalam Manajemen Proyek.
Tidak ada cara tunggal untuk mengelola proyek. Manajemen Proyek yang berpengalaman dalam praktek menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan proses unik untuk setiap situasi, tergantung pada keadaan tersebut, variabel, dan tujuan. Kenyataan bahwa suatu proses tertentu atau teknik yang tidak digunakan dalam suatu proyek tidak berarti bahwa itu tidak dianggap. Sebaliknya, Proyek Integrasi Manajemen dan Tim Manajemen dibebankan dengan menilai penerapan semua proses dan tingkat pelaksanaan yang dianggap tepat untuk keberhasilan proyek saat merumuskan keseluruhan Proyek Integrasi Rencana Pengelolaan.

Apakah Manajemen Proyek Integrasi?

Integration manajemen merupakan proyek yang mengkoordinasikan semua aspek proyek. Proyek integrasi, ketika dilakukan dengan benar, akan menghasilkan segala poses dari proyek berjalan lancar. Integrasi manajemen akan menghasilkan serangkaian tujuan yang menghasilkan. Hasil ini termasuk chart proyek, rencana proyek, dan awal dari pernyataan ruang lingkup proyek. Di bawah ini adalah ringkasan dari apa yang melibatkan manajemen proyek integrasi.
manajemen integrasi proyek

Proses apa saja yang Terlibat dalam Manajemen Proyek Integrasi?

Integrasi manajemen melibatkan tujuh proses. Yang pertama dari proses ini adalah pengembangan piagam proyek. Piagam memulai proyek proyek. Dokumen ini memberi wewenang proyek untuk mendapatkan berlangsung. Proyek charter negara tujuan proyek dan nama manajer proyek. Hal ini biasanya tidak lebih dari satu halaman panjang.
Proses kedua adalah pengembangan ruang lingkup pernyataan awal. Dokumen ini akan ditinjau kembali dalam unsur manajemen lingkup PMBOK. Pernyataan lingkup mendefinisikan apa dan apa yang bukan bagian dari proyek. lingkup laporan Yah-pasti akan menampilkan semua dan hanya bekerja terlibat dengan suatu proyek tertentu.
Proses ketiga dalam manajemen integrasi merupakan pengembangan dari rencana proyek. Rencana proyek meliputi project charter, definisi proyek, tujuan proyek, anggaran proyek, jadwal proyek, sumber daya yang dibutuhkan untuk proyek, pendekatan, rencana pengelolaan, dan penilaian risiko awal.
Proses selanjutnya yang terlibat adalah mengarahkan dan pemantauan pelaksanaan proyek. Ini adalah ketika proyek benar-benar akan berlangsung. Produk yang dihasilkan selama fase ini meliputi produk deliverable akhir. Jika proyek ini di TI, deliverable akan menjadi program perangkat lunak.
Kelima, pekerjaan proyek harus dipantau dan dikendalikan. Salah satu aspek penting dari proses ini adalah manajemen perubahan. Permintaan untuk perubahan proyek dapat dilakukan selama siklus hidup proyek. Jika permintaan ini tidak dimonitor dan dikontrol, maka kualitas proyek dapat dikompromikan. Sebuah tim harus dibentuk dalam rangka untuk mengawasi permintaan perubahan dan penerapan perubahan. Proses ini berkaitan erat dengan keenam: mengontrol perubahan yang terintegrasi.
Akhirnya, proyek harus ditutup bila telah selesai. Penutupan proyek melibatkan meninjau proses, keberhasilan dan defisit yang ditemukan selama siklus hidup proyek. Selama fase ini, sebuah pelajaran dokumen yang dihasilkan oleh tim manajemen proyek.?

Integrasi Manajemen Proyek

• Risiko Kondisi
  1. perencanaan yang tidak memadai, integrasi atau alokasi sumber daya
  2. Kurangnya tujuan yang jelas dan indikator kunci keberhasilan
  3. Kurangnya manajemen proyek secara menyeluruh
  4. tidak memadai atau kurangnya tinjauan siklus hidup proyek
• Resiko akibat Event
  1. Tidak adanya atau mulai akhir manajemen proyek terpadu
  2. Classic manajemen proyek kegagalan dan kekacauan
  3. Kecelakaan Proyek
  4. berhenti bekerja

Lingkup Manajemen

• Risiko Kondisi
  1. persyaratan penilaian yang tidak memadai
  2. Kurangnya perencanaan – kurangnya lead time
  3. Miskin definisi ruang lingkup dan rincian paket pekerjaan
  4. Lingkup perubahan tanpa waktu yang sesuai dan perubahan anggaran
• Resiko akibat Event Perubahan
  1. dalam lingkup “untuk membuat sesuatu pekerjaan”
  2. Unbudgeted kerja dan ulang
  3. Menghasilkan overruns biaya dan serius waktu

Manajemen Waktu

• Risiko Kondisi
  1. Miskin memperkirakan waktu atau kebutuhan sumber daya
  2. manajemen yang buruk dari jalur kritis, dan / atau mengapung
  3. lembur berlebihan
• Resiko akibat Event
  1. khusus penundaan: keterampilan tenaga kerja atau materi kekurangan, tanpa motivasi, pemogokan
  2. Perlu untuk percepatan Sebelumnya
  3. Rilis produk kompetitif
  4. keunggulan kompetitif dan proyek dibatalkan

Manajemen Biaya

• Risiko Kondisi
  1. kesalahan / kelalaian
  2. Tidak ada investigasi masalah diprediksi
  3. asumsi produktivitas over-optimis
  4. Kurangnya biaya, perubahan atau pengendalian kontinjensi
• Resiko akibat Event
  1. Serius anggaran overruns
  2. Uang habis dan proyek dibatalkan

Manajemen Mutu

• Risiko Kondisi
  1. tidak konsisten, definisi tidak lengkap atau tidak jelas kualitas
  2. Miskin sikap terhadap kualitas
  3. desain / material / pengerjaan
  4. jaminan kualitas yang tidak memadai / program kontrol
• Resiko akibat Event
  1. Penolakan kerja
  2. kualitas produk tidak kompetitif
  3. Produk kinerja kegagalan

Manajemen Sumber Daya Manusia

• Risiko Kondisi
  1. tidak tepat struktur organisasi atau alokasi tanggung jawab
  2. inferior kepemimpinan atau gaya manajemen bimbang
  3. Tidak adanya motivasi dan akuntabilitas Konflik
  4. tidak dikelola
  5. pekerja yang tidak kompeten
• Resiko akibat Event
  1. Umum tidak ada upaya tim
  2. Organisasi kegagalan, penghentian pemogokan

Komunikasi Manajemen

• Risiko Kondisi
  1. Kecerobohan dalam perencanaan dan dalam berkomunikasi rencana
  2. Kurangnya pemahaman dan penanganan yang tidak tepat kompleksitas
  3. Kurangnya konsultasi dengan pemangku kepentingan
• Resiko akibat Event
  1. tidak dapat dipercaya atau tidak benar informasi yang mengarah ke tindakan yang salah atau kelambanan
  2. Gagal harapan stakeholder

Manajemen Risiko

• Risiko Kondisi
  1. risiko Mengabaikan atau “diasumsikan begitu saja”
  2. tidak jelas tugas tanggung jawab risiko – internal tim, kontraktor, dan pihak ketiga
  3. Keengganan untuk menerima kepemilikan tanggung jawab risiko
  4. Miskin asuransi manajemen
• Resiko akibat Event
  1. dihindari terjadi peristiwa risiko
  2. Dengan penundaan akibat dan overruns biaya
  3. Kerusakan terhadap kualitas
  4. Kerusakan Merek Kelembagaan

Manajemen Pengadaan

• Risiko Kondisi
  1. kompetitif pembelian
  2. klausul kontrak tidak dapat dilaksanakan, kondisi
  3. Keuangan kelemahan tertular pihak
  4. permusuhan dan hubungan kontrak non-kooperatif
  5. tidak pantas tugas kontrak risiko
• Resiko akibat Event
  1. Klaim litigasi, pemukiman
  2. Kontraktor tidak mampu, kepailitan, kegagalan

Proses Integrative Manajemen Proyek

• Mengembangkan Piagam Proyek
• Mengembangkan Pernyataan Pendahuluan Ruang Lingkup Proyek
• Kembangkan Rencana Manajemen Proyek
• langsung dan Mengelola Pelaksanaan Proyek
• Memantau dan Kerja Pengendalian Proyek
• Kontrol Ubah Terpadu
• Tutup Proyek

sumber 
http://www.gbaconsultant.co.id/manajemen-integrasi-proyek

Group Proses Manajemen Proyek

Group Proses Manajemen Proyek

Dalam sebuah manajemen proyek terdapat sejumlah proses yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Dan tiap-tiap proses tersebut membentuk suatu grup proses.
Dalam manajemen proyek terdapat 5 grup proses :
a. Inisisasi yaitu dilakukannya pendefinisian proyek
b. Perencanaan Proyek yaitu mendefinisikan dan merinci tujuan proyek, serta merencanakan aktivitas – aktivitas yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek itu sendiri dan sesuai batasan yang telah disepakati.
c. Eksekusi yaitu mengintegrasikan semua sumber daya yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek, dengan melaksanakan apa yang sudah direncanakan.
d. Kontrol : mengukur dan memonitor secara berkala kemajuan proyek serta mengidentifikasi adanya penyelewengan pelaksanaan dari rencana yang sudah dibuat sebelumnya.
e. Akhir melakukan formalisasi hasil proyek berupa barang atau jasa yang dihasilkan dari proyek.
Hubungan antara Grup proses dan area Knowledge
Knowledge berperan penting dalam sebuah manajemen proyek terutama dalam pengawasan grup proses manajemen proyek. Dimana grup proses adalah suatu rencana demi kelancaraan proyek agar lebih mudah dalam memulai proyek dan tugas knowledge ialah memonitor segala hal dari berbagai aspek yang terjadi didalam grup proses.
keahlian-knowledge
Inisiasi Proyek
Inisiasi proyek merupakan tahap awal kegiatan proyek sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan. Pada tahap ini, permasalahan yang ingin diselesaikan akan diidentifiasi. Beberapa pilihan solusi untuk menyelesaikan permasalahan juga didefinisikan. Sebuah studi kelayakan dapat dilakukan untuk memilih sebuah solusi yang memiliki kemungkinan terbesar untuk direkomendasikan sebagai solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan. Ketika sebuah solusi telah ditetapkan, maka seorang manajer proyek akan ditunjuk sehingga tim proyek dapat dibentuk dan berakhir ketika manajer proyek diberikan otoritas juga petunjuk untuk memulai perencanaan.
Dokumen Inisiasi
Merupakan dokumen yang berisi tentang tahap awal kegiatan awal yang sudah dibentuk sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan oleh tim proyek.
Rencana Proyek
Adalah sebuah kerangka gagasan – gagasan dalam menjalankan sebuah manajemen proyek dan demi mensukseskan apa yang menjadi tujuan manajemen proyek itu dibuat.
Eksekusi Proyek dan Pengawasan Proyek
Dengan definisi proyek yang jelas dan terperinci, maka aktivitas proyek siap untuk memasuki tahap eksekusi atau pelaksanaan proyek. Pada tahap ini, deliverables  atau tujuan proyek secara fisik akan dibangun. Seluruh aktivitas yang terdapat dalam dokumentasi project plan akan dieksekusi. Sementara kegiatan pengembangan berlangsung, beberapa proses manajemen perlu dilakukan guna memantau dan mengontrol pelaksanaan proyek juga penyelesaian deliverables sebagai hasil akhir proyek.

Sumber : 
 http://iiam.blogdetik.com/2011/10/16/grup-proses-manajemen-proyek/

Konteks Manajemen Proyek & IT

Konteks Manajemen Proyek & IT



 KONTEKS MANAJEMEN PROYEK

1.       Pemahaman mengenai organisasi dan struktur dasar organisasi serta pengaruh nya pada proyek
§  - Frame structural : berfokus pada peran dan tanggung jawab , koordinasi, dan control. Grafik organisasi membantu mendefinisikan frame ini.
Banyak organisasi focus pada  frame structural :
ü  Kebanyakan orang memahami apa bagan organisasi
ü  Banyak manajer baru mencoba untuk mengubah struktur organisasi ketika perubahan lain nya diperlukan.
ü  3 struktur organisasi dasar : fungsional, proyek, matrik.
§ - Frame sumber daya manusia : focus pada penyediaan harmoni antara kebutuhan oraganisasi dan kebutuhan masyarakat.
§ - Farme politik : menganggap organisasi koalisi terdiri dari individu bervariasi dan kelompok kepentingan. Konflik dan kekeuasaan merupakan masalah utama.
§ -Frame simbolik : berfokus pada symbol  dan makna yang berkaitan dengan peristiwa. Kebudayaan adalah penting.

Kebutuhan Standar Organisasi :
ü  Standar dan pedoman membantu manajemen proyek menjadi lebih efektif
ü  Manajemen senior dapat mendorong :
-          Penggunaan bentuk standar  dan perangkat lunak untuk manajemen proyek
-          Pengembangan dan penggunaan pedoman untuk menulis rencana proyek atau memberikan informasi status
-          Pengembangan dan penggunaan pedoman untuk menulis rencana proyek atau memberikan informasi status
-          Pembentukan kantor maanjemen proyek atau pusat keunggulan.
2.Komitmen stakeholder dan top manajemen dalam proyek IT
§-   Stakeholder proyek adalah orang-orang yang terlibat atau berpengaruh oleh kegiatan proyek
§ -  Para manajer proyek harus mengambil waktu untuk mengidentifikasi, memahami dan mengelola hubungan dengan semua stakeholder proyek
§-   Menggunakan 4 frame organisasi dapat membantu memenuhi kebutuhan stakeholder dan harapan
§  Senior eksekutif stakeholder sangatlah penting
§ -  Beberapa studi menyebutkan komitmen manajemen puncak sebagai salah satu factor kunci yang terkait dengan proyek sukses
- Manajemen puncak dapat membantu manajer proyek mengaman sumber daya yang memadai , mendapatkan persetujuan untuk kebutuhan proyek unik secara tepat waktu , menerima kerja

§  sama dari orang-orang di seluruh organisasi dan belajar bagaimana menjadi pemimpin yang lebih baik.
§  Perlunya komitmen oragnisasi teknologi informasi
§  Jika organisasi meiliki sikap negative terhadap IT, akan sulit untuk proyek IT  untuk berhasil
§  Meiliki Chief Information Officer  (CIO)pada tingkat tinggi dalam organisasi membantu proyek-proyek IT
§  Menetapkan orang non IT untuk proyek IT juga mendorong lebih banyak komitmen
3.       Phase dan siklus hidup proyek
§  Siklus hidup proyek adalah kumpulan dari tahapan proyek
§  Tahap proyek bervariasi, tetapi beberapa tahapan umum adalah konsep, pengembangan pelaksanaan dan dukungan.
4..       Siklus hidup produk
§  Produk juga memiliki siklus hidup
§  Pengembangan system life cycle (SDLC) adalah suatu kerangka kerja untuk menggambarkan fase yang terlibat dalam mengembangkan dan memelihara system informasi
§  Tahap SDLC meliputi perencanaan,analisis, desain, implementasi dan dukungan
Contoh model SDLC :
ü  Model air terjun (waterfall): telah didefinisikan dengan baik, tahap penegmbangan system dan dukungan
ü  Spiral model : menunjukan perangkat lunak yang dikembang kan menggunakan pendekatan iterative atau spiral daripada pendekatan linier.
ü  Incremental release model : menyediakan untuk pengembangan  perangkat lunak oprasional progresif
ü  RAD model : digunakan untuk menghasilkan system secara tepat tanpa mengorbankan kualitas
ü  Prototyping model : digunakan untuk mengembangkan prototype untuk memperjelas kebutuhan pengguna.
5.       Fungsi kerja manajemen proyek
§ -  Menentukan lingkup proyek
§  - Mengidentifikasi  stakeholder, pengambil keputusan, dan prosedur eskalasi
§  - Kembangkan daftar tugas rinci
§  - Perkiraan waktu yang diperlukan
§  - Mengembangkan diagram alur manajemen proyek awal
§  - Menidentifikasi diperlukan sumber daya dan anggaran
§  - Evaluasi proyek yang dipelukan
§  - Mengidentifikasi dan mengevaluasi resiko prepare contingensy  plan
§  - Menidetiifikasi ketergantungan
§  - Berpartisipasi dalam tahap review proyek
§  - Mengelola perubahan proses control
§  - Laporan status proyek
6.       Keahlian yang disarankan bagi manajer proyek
§ -  Keterampilan komunikasi : mendengarkan, membujuk
§  - Keahlian organisasi : perencanaan, penetapan tujuan, menganalisis
§  - Keterampilan Team Building : empati, motivasi, esprit de corps
§  - Keterampilan kepemimpinan, misalnya set, energik, visi, delegasi, positif
§  - Keterampilan mengatasi : fleksibilitas, kreativitas, kesabaran, ketekunan
§  - Keterampilan teknologi : pengetahuan proyek
7.       Karakteristik dari manajer proyek yang efektif dan tidak efektif
§  Manajer proyek yang efektif :
ü  Kepemimpinan dengan member contoh
ü  Visioner
ü  Teknis yang kompeten
ü  Menentukan
ü  Komunikator yang baik
ü  Good motivator
ü  Berdiri untuk manajemen atas bila perlu
ü  Mendukung tim anggota
ü  Mendorong ide-ide baru
§  Manajer proyek tidak efektif :
ü  Memberikan contoh yang buruk
ü  Tidak percaya diri
ü  Tidak memeiliki keahlian teknis
ü  Komunikator yang  jelek
ü  Motivator yang miskin atau buruk
 
sumber:
http://shabripili.blogspot.com/2011/10/konteks-manajemen-proyek-it.html

MPR (Manajemen Proyek dan Resiko)


Manajemen Proyek dan Resiko–Konteks Manajemen Proyek dan IT


A. Gambaran Sistem dari Manajemen Proyek
Ketika jumlah dan tingkat kerumitan proyek terus berkembang, maka manajemen proyek itu harus semakin perlu dipraktekan untuk membiasakan diri menghadapi masalah – masalah maupun kerumitan yang ditemui. Sehingga tingkat kerumitan yang menjadi beban, lama – lama akan berkurang.
Manajer proyek yang sukses harus memiliki dan mengembangkan banyak ketrampilan dan memimpin tim mereka melalui praktek langsung. Proyek memiliki beberapa atribut, seperti bersifat unik, sementara dan dikembangkan secara incremental. Sebuah kerangka untuk manajemen proyek termasuk stakeholder, sembilan bidang pengetahuan, tools dan teknik, dan menciptakan portofolio proyek untuk menjamin kesuksesan perusahaan.
B. Komitmen stakeholder dan top manajemen dalam proyek TI
Stakeholder adalah orang-orang yang terkait dalam aktivitas proyek dan setiap stakeholder mempunyai komitmen untuk bekerja secara professional dan bertanggung jawab dalam setiap manajemen proyek kerja. Stakeholder termasuk tim proyek, manajer proyek, sponsor proyek, maupun user (pengguna).
C.Pemahaman mengenai Organisasi dan struktur dasar organisasi serta pengaruhnya pada proyek
 
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang,material,mesinmetodelingkungan),sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut:
  • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti  pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
Struktur organisasi mendefinisikan cara tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
Variabel Struktur
  1. UKURAN (SIZE) :- makin besar akan semakin komplek impersonal, semakinlugas , semakin sulit diarahkan, semakin sulit dipadukan.- ukuran menciptakan dilemma.- tak ada yang tahu ukuran yang optimum.
  2. JUMLAH TINGKATAN HIRARKHI :- Kalau terlalu banyak bisa timbul kesulitan komunikasi vertikal.- Sebaiknya tak terlalu banyak.- Perhatikan efektivitas komunikasi.
  3. STRUKTUR KEWENANGAN :- Orang-orang yang punya kewenangan membuat keputusan bagiorganisasi.- Siapa saja yang termasuk dalam struktur ?- Bila hanya satu orang bisa timbil kesulitan.- Pendelegasian wewenang.
  4. STRUKTUR KOMUNIKASI :- Variabel yang terpenting.- Dari puncak hirarkhi sampai ke paling bawah.- Juga perlu diperhatikan komunikasi horizontal.
  5. STRUKTUR TUGAS :- Sama dengan struktur peranan.- Cara organisasi membagi-bagi tugas/pekerjaan kepada anggota-anggotanya.- Apakah semua pekerjaan terbagi habis ?- Apakah semua anggota mendapat peranan ?- Apakah hanya orang tertentu saja yang berperan ?
  6. STRUKTUR STATUS DAN PRESTIS :- Apa yang diperoleh dari organisasi dengan pengorbanan yangdiberikan ?- Apakah prestis (gengsi) seseorang akan naik dengan menjadianggota organisasi ?- Apakah prestis terbagi secara merata ?- Apakah organisasi memiliki jenjang status yang terbuka bagi semua anggota ?
7. JARAK PSIKOLOGIS :- Antara orang yang di puncak (pengambil keputusan) dan orang- orang di bawah (yang melakukan pekerjaan).- Komunikasi emosi antara orang-orang dalam hirarkhi.- Menunjukkan kemudahan komunikasi ver-tikal effektif/tidakPhase dan siklus hidup proyek .
D. Phase dan Siklus Hidup Proyek
Ada 6 tahap siklus hidup proyek yaitu: Model Water Fall, System Engineering, Over Lapping Phases, prototyping, joint aplication development, dan herative life cycle.
Berikut penjelasan secara detailnya:
1. Model Water Fall
  • System / Information Engineering and Modeling; Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software.
  • Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak / Software Requirements Analysis; Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software.
  • Design; Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai.
  • Coding; Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding.
  • Testing / Verification; Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan.
  • Maintenance; Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu.
2. System Engineering
Tahapannya dengan menggunakan OMT (Object Modelling Technique)
  • Model Objek.
  • Model Dinamis.
  • Model Fungsional.
3. Over Lapping Phases
  • Komunikasi pelanggan ,yaitu tugas-tugas untuk membangun komunikasi antara pelanggan dan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan oleh pelanggan.
  • Perencanaan ,yaitu tugas-tugas untuk mendefinisikan sumber daya, ketepatan waktu, dan proyek informasi lain yg berhubungan.
  • Analisis Resiko ,yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir resiko manajemen dan teknis.
  • Perekayasaan ,yaitu tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari aplikasi tersebut.
  • Konstruksi dan peluncuran,yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji, memasang , dan memberi pelayanan kepada pemakai.
  • Evaluasi Pelanggan ,yaitu tugas-tugas untuk mendapatkan umpan balik dari pelanggan.
4. Prototyping
  • Pengumpulan kebutuhan; Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
  • Membangun prototyping; Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output).
  • Evaluasi protoptyping; Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginan pelanggan.
  • Mengkodekan sistem; Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai.
  • Menguji sistem; Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan.
  • Evaluasi Sistem; Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan.
  • Menggunakan sistem; Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.
5. Joint Aplication Development
  • Bussiness Modelling; Tahap ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan informasi.
  • Data Modelling; Tahap aliran informasi yang sudah didefinisikan, disusun menjadi sekumpulan objek data.
  • Process Modelling; Tahap dimana objek data yang sudah didefinisikan diubah menjadi aliran informasi yang diperlukan untukmenjalankan fungsi-fungsi bisnis.
  • Application Generation; Tahap dimana menggunakan component program yang sudah ada atau membuat component yang bisa digunakan lagi.
  • Testing and Turnover; Tahap pengujian sistem.
6. Herative Life Cycle
  • Perencanaan (Planning); Tujuan dari tahap perencanaan adalah untuk meng-hasilkan rencana kerja (work plan) formal untuk pengembangan sistem
  • Pendefinisian Knowledge (Knowledge Definition); Tujuan tahap ini adalah mendefiniskan kebutuhan knowledge dari sistem
  • Perancangan Knowledge (Knowledge Design); Tujuan tahap ini adalah menghasilkan rancangan rinci untuk sistem
  • Koding dan pengujian (Code and Checkout); Tahap ini menandakan dimulainya pemrograman
  • Verifikasi Knowledge (Knowledge Verification); Tahap ini bertujuan untuk menentukan ketepatan, kelengkapan, dan konsistensi sistem
  • Evaluasi sistem (System Evaluation); Tahap ini merupakan tahap akhir dari siklus dan bertujuan untuk menyimpulkan apa yang dipelajari dari rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan.
E. Siklus hidup produk
Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar .
Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini dipopulerkan oleh Levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya.Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk.
Ada yang menggolongkannya menjadi introduction, growth, maturity, decline dan termination. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap – tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) terdiri dari introduction (pioneering), rapid growth (market acceptance), slow growth (turbulance), maturity (saturation), dan decline (obsolescence). Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity dan decline.Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap, yaitu :
1. Tahap perkenalan (introduction). Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agresif dan menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah.
2. Tahap pertumbuhan (growth). Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya.
3. Tahap kedewasaan (maturity). Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.
4. Tahap kemunduran (decline). Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun. Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas. Alternatif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:
  1. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya)
  2. Meninjau kembali dan memperbaiki program pemasaran serta program produksinya agar lebih efisien
  3. Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik
  4. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada
  5. Meninggalkan sama sekali barang tersebut.
F. Konteks dari proyek IT
Sebuah fenomena yang unik telah terjadi dalam bidang teknologi informasi. Fenomena ini dapat dilihat pada seluruh aktivitas yang terdapat didalamnya. Hampir seluruh aktivitas yang terkait dengan kegiatan perencanaan, pengembangan dan penerapan teknologi informasi dilakukan melalui aktivitas berbasis proyek. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan menyelesaikan sebuah pekerjaan yang bersifat rutin, dimana dalam menyelesaikan aktivitas berorientasi proyek, waktu pelaksanaan kegiatan, sasaran yang ingin dicapai, output yang akan dihasilkan, pihak-pihak yang terlibat, besarnya anggaran dan sumber daya yang dibutuhkan ditetapkan dengan jelas.
Fenomena diatas mengindikasikan bahwa seseorang yang ingin berhasil dalam meniti karir di dunia IT, harus memiliki kemampuan yang baik dalam bidang manajemen proyek teknologi informasi.
Selain diterapkan dalam bidang konstruksi, ilmu manajemen proyek juga tidak kalah pentingnya untuk diterapkan dalam bidang IT. Nilai proyek IT yang cukup besar menyebabkan penanganan proyek-proyek IT harus direncanakan secara matang. Tidak jarang banyak proyek IT yang mengalami kegagalan dalam pencapaian tujuan, jadwal maupun batasan biaya yang telah ditetapkan diawal.
G. Fungsi kerja manajemen proyek
Manfaat manajemen proyek dilihat dari segi bidang-bidang tertentu yaitu:
1. Planning to Do( Perencanaan Selanjutnya), berfungsi sebagai memberikan gambaran hubungan ketergantungan dan pekerjaan, mengindetifikasi jalur kritis, merencanakan sumber daya, dan mengindentifikasi adanya select.
2. Pengendalian berfungsi memberikan dasar-dasar gambaran patokan dalam pengendalian proyek.
3. Lingkup kerja dan masalah yang dihadapi. Berfungsi memberikan dorongan nyata demi terciptanya komunikasi antar pemimpin proyek dan pelaksana proyek dilapangan ,supaya sukses dan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Menurut H.Kerzener bahwa sisklus proyek adalah kegiatan dari awal kemudian bertambah macam dan intensitasnya sampai puncak , ke bawah dan ke atas , masing-masing memiliki tahap khusus yang kompleksitas , ukuran dan jadwal yang ditentukan, atau diperlukan. Kompleksitas proyek tergantung pada:
A. jumlah ragam macam kegiatan.
B. Macam dan jumlah kegiatan didalam suatu proyek dan luar.
Supaya poryek cepat berhasil ada hal yang penting diperhatikan yaitu:
  1. konsepsional proyek
  2. definisi proyek
  3. penyusunan organisasi
  4. pelaksanaan proyek
  5. penyelesaian proyek.
Setiap akhir pengkajian dan keputusan apakah proyek tersebur dapat dilaksanakan ketahap berikutnya. Hasil dari setiap tahap terdahulu merupakan masukan utama bagi tahap berikutnya.
H. Keahlian Seorang Manajer Proyek
 
Seorang manajer proyek harus memiliki keterampilan yang luas hardskill maupun softskillnya. Keahlian yang disarankan yaitu :
  1. Keterampilan berkomunikasi yang baik dan cekatan.
  2. Keahlian dalam berorganisasi sehingga dapat membuat rencana dan menganalisis masalah.
  3. Keterampilan team-building untuk memotivasi dan bekerja sama pada tim proyeknya.
  4. Keterampilan teknologi
  5. Keterampilan penyesuaian diri yaitu fleksibel, kreatif, sabar serta pantang menyerah.
  6. Keterampilan kepemimpinan agar memberikan visi yang besar untuk tujuan proyek tersebut
I. Karakteristik dari manajer proyek yang efektif dan tidak efektif
 
A. Effective project manager
  • Visioner
  • Kompeten
  • Motivator yang baik
  • Mendukung anggota tim
  • Membuat ide – ide baru
B.Ineffective project manager

Monday, October 17, 2011

Algoritma dan Pemrograman 3

public class tugas1{

public static void main(String [] args){


dt e=new dt();
e.d=10;
e.Deret();

}}


class dt{

int d,a;
void Deret(){
for(a=1;a {
if(a==1)
System.out.print(a);
else

System.out.print(",");

a=a+1;

}

}
}
public class tugas2{

public static void main(String [] args){

dt e=new dt();
e.Deret();

}}


class dt{

int SK=10; //sampai suku ke 10
int x=0,y=0,z=0;

void Deret(){


for(int i=1;i<=SK;i++){ //perintah looping sampai suku ke 10


if(a < i && i==1)
{
System.out.print(i);
x=i;
}

if(y < x)

{
z=x+y;
System.out.print(", "+z);
y=z;//perubahan nilai y
}

if(i>2)

{
z=x+y;
System.out.print(", "+z);
x=y; //perbarui nilai x
y=z; //perbarui nilai y
}
}
}
}

Thursday, March 17, 2011

ilmu budaya dasar

Kebudayaan

Kebudayaan adalah sesuatu yang sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Sehingga muncul istilahCultural-Determin ism yang diungkapkan oleh Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski yaitu bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.

Budayaatau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitubuddhayah, yang

merupakan bentuk jamak daribuddhi (budi atau akal) yang diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Secara terminologi definisi kebudayaan sangat beragam, berdasar dari catatan Supartono, 1992, terdapat 170 definisikebudayaan. Catatan terakhir Rafael Raga Manan ada 300 buah.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagaisuperorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain- lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Perubahan Sosial

Perubahan sosial ialah sebuah transformasi budaya dan institusi sosial yang terjadi dalam jangka waktu yang berterusan serta menghasilkan kesan positif dan negatif. Perubahan sosial merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin

mengadakan perubahan.Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya

merupakan penyebab dari perubahan.

Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi perubahan sosial:

1. tekanan kerja dalam masyarakat

2. keefektifan komunikasi

3. perubahan lingkungan alam.

Perubahan Budaya

Perubahan budaya adalah sebuah gejala berubahnya pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan budaya dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.

Perbandingan antara Perubahan Sosial dan Perubahan Budaya

Secara definitif perubahan sosial adalah perubahan proses-proses sosial atau mengenai susunan masyarakat. Sedangkan perubahan budaya lebih luas dan mencakup segala segi kebudayaan, seperti kepercayaan, pengetahuan, bahasa, teknologi, dan sebagainya namun dalam realita kehidupan masyarakat, perubahan sosial dan perubahan budaya memiliki kaitan yang sangat erat karena budaya muncul akibat adanya interaksi sosial dan secara otomatis berubahnya suatu bentuk sosial akan berpangaruh pada perubahan budaya. Sehingga seringkali perubahan sosial dan perubahan budaya disebut sebagai satu kesatuan istilah yaitu perubahan sosial budaya.

Perilaku Menyimpang di dalam Masyarakat

Tidak bisa dipungkiri, dalam setiap sudut kehidupan mesti ada masalah ataupun konflik apalagi dalam kehidupan sosial masyarakat. Namun apa yang terjadi akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. Perilaku menyimpang di masyarakat sudah biasa menjadi etalase di berbagai mass media dengan judul “kriminal”. Kasusnya pun semakin beragam termasuk pelakunya, tidak lagi pejabat, orang yang biasa dianggap “kyai” pun kerap terjerat kasus- kasus kriminal. Banyak faktor yang menengarai fenomena ini, selain dorongan diri dari si pelaku, tatanan kehidupan yang mulai semrawut pun memiliki andil besar dalam pembentukan mental dan suasana kehidupan. Ditilik dari segi hukum saja, banyak peluang

dan kesempatan untuk melakukan kejahatan karena di dalam hukum itu sendiri banyak

terjadi ketimpangan, tidak adanya supremasi hukum dan penegak hukum yang loyal.

Masalah ini sebenarnya sangat kompleks, karena bukan hanya satu sistem tapi hampir semua sistem saling terkait oleh karenanya penyelesaian pun tidak bisa hanya menyalahkan satu pihak. Harus ada kesadaran dari masing-masing individu dan perlunya pemerintah merombak sistem yang telah terkontaminasi dengan sistem yang lebih baik.

Sebagai mahasiswa UIN Malang yang bermisi sebagi Ulul Albab, bukan hanya sisi materiil

saja yang digarap tapi juga spirituil sehingga nantinya tercipta tatanan yang dilandasi oleh spiritual. Setidaknya ada 3 bidang utama yang perlu ditingkatkan untuk mengatasi problematika saat ini, dimulai dari bidangintelektual untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), bidangemosional agar tercipta kehidupan harmonis dan bidangspiritual sebagai penyeimbang dunia vertikal-horison sehingga tercipta insan yang profesional religius.

Studi Kasus

Sindo, sabtu 21 juli 2007

Gunawan Dicokok di Senayan(terlampir)

Analisis Kasus:

Penjahat kelas kakap, pantas disebut seperti itu, beritanya selalu menjadi head line di berbagai media di Indonesia. Berawal dari penggelapan uang, akhinya Gunawan terjerat berbagai kasus dari melarikan diri sampai pembunuhan hingga akhirnya divonis hukuman mati. Secara sederhana motif awal tindak kriminal ini adalah ketidakjujuran. Akibat kebohongan tersebut dia pun rela melakukan segala cara untuk menutupinya hingga harus melakukan operasi plastik. Oleh karena itu, sejak awal Islam mengajarkan agar tidak melakukan perbuatan tercela sekecil apapun karena ternyata bisa berdampak seperti kasus ini.

Dari kasus ini pula banyak tanda-tanda bahwa penegakan hukum di negara ini sangat mudah untuk dibeli begitu juga dengan aparat keamanan yang bisa dimiliki oleh orang berduit.

Pengertian Pemuda dan Macam-macamnya

Secarahukum pemuda adalah manusia yang berusia 15 – 30 tahun, secarabi ologis yaitu manusia yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kedewasaan seperti adanya perubahan fisik, dan secaraagama adalah manusia yang sudah memasuki fase aqil baligh yang ditandai dengan mimpi basah bagi pria biasanya pada usia 11 - 15 tahun dan keluarnya darah haid bagi wanita biasanya saat usia 9 - 13 tahun.

Pemuda dibagi menjadi empat macam yaitu:

1. Pemuda Urakan

2. Pemuda yang acuh tak acuh dengan lingkungan sekitarnya, hanya mementingkan

diri sendiri dan keolmpoknya saja.

3. Pemuda Nakal

Pemuda yang ulahnya hanya membuat resah lingkungan sekitarnya.

4. Pemuda Revolusioner

Pemuda yang mencita-citakan adanya perubahan di lingkungannya.

5. Pemuda Soleh

Pemuda yang berperangai baik dan kehadirannya didambaakan di dalam

masyarakat.

b. Hubungan Individu, Keluarga dan Masyarakat

Individu, keluarga dan masyarakat adalah satu keasatuan yang tidak bisa dipisahkan, tanpa individu tak akan pernah ada keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu untuk membangun masyarakat yang berperadaban harus dimulai dari keluarga yang baik dan keluarga yang baik itu terdiri dari individu-individu yang berkualitas, memilki sumber daya manusia yang tinggi. Bila sebaliknya, yang ada hanyalah masyarakat yang amburadul.

c. Mengatasi Pertambahan Penduduk

Apabila pertambahan penduduk dibiarkan bertambah maka setidaknya yang perlu dilakukan

adalah:

· Membuat tata kota yang rapi

· Membuat daerah pemukiman yang teratur

· Diadakan transmigrasi

Apabila pertambahan penduduk tidak diinginkan (cut) maka:

· Membatasi jumlah kelahiran misal dengan program KB

· Mengkontrol pernikahan dini

http://www.scribd.com/doc/16649412/Ilmu-Sosial-Budaya-Dasar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review